PELAPISAN SOSIAL SERTA KESAMAAN DERAJAT
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan nikmat serta anugerah dari-nya, karena telah diberikan kesehatan, sehingga kita dapat menyelesaikan makalah ini.
Sholawat dan salam tetap tercurah limpahkan kepada junjungan kita nabi agung nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita semua jalan yang lurus berupa ajaran agama islam yang sempurna dan menjadi anugerah terbesar bagi seluruh alam semesta.
Selama menyelesaikan penyusunan makalah ini penulis telah banyak bantuan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk itu dengan segala kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang turut membantu,
Makalah ini membahas tentang “Manusia, Keragaman dan Kesetraan” dengan sistematik pembahasan, antara lain :
Keragaman dan kesetaraan manusia
Unsur-unsur keragaman
Pengaruh keragaman terhadap bangsa
Problematika diskriminasi
Atas kekurangan dan ketidak sempurnaan makalah ini, penulis sangat mengharapkan masukan, kritik dan saran yang bersifat membangun kearah perbaikan dan penyempurnaan.
Akhir kata penulis berharap dengan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan semoga amal baik yang telah diberikan kepada penulis mendapat balasan dari Allah SWT.
UCAPAN TERIMA KASIH
Alhamdulillah, atas rahmat Allah SWT, penulis bisa menyelesaikan buku yang berjudul “Hakikat, Keragaman dan Kesetaraan Manusia”. Dengan segala kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang turut membantu, khususnya :
Teman-teman D2 yang telah memberikan informasi lebih lanjut untuk melengkapi kekurangan
Pihak perpustakaan yang telah memberikan pinjaman buku untuk menambah referensi
Pihak fotocopy yang bersedia menjadikan buku dan layak untuk di genggam
Dan semua teman-teman atau pihak-pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih semuanya.
DAFTAR ISI
Table of Contents
No table of contents entries found.
BAB I
HAKIKAT KERAGAMAN DAN KESETARAAN MANUSIA
Pelapisan Sosial
Dalam kehidupan manusia senantiasa memiliki perbedaan antara perorangan seperti hal nya perbedaan agama, perbedaan suku, perbedaan adat, akan tetapi ada suatu hal yang sangat berpotensi besar dalam pemikiran manusia, dimana perbedaan tersebut dinilai kedudukanya oleh masyarakat umum berkenaan dengan skala tinggi rendahnya, yakni perbedaan profesi, contohnya didalam suatu masyarakat terdapat banyak orang.
Setiap orang tersebut memiliki profesi yang berbeda, ada yang menjadi dokter, petani, pegawai, pedagang, dosen, guru, pengusaha, dll. Nah dari perbedaan profesi tersebut mengakibatkan pemikiran manusia bahwa dengan profesi dapat dibedakan kelasnya sehingga adanya kedudukan yang dianggap tinggi serta ada pula kedudukan yang dianggap rendah.
Didalam masyarakat terdapat bermacam macam dasar untuk menentukan tinggi rendah kedudukan seseorang, dasar penilaian yang biasanya berlaku dalam satu kesatuan sosial tertentu saja.
Dengan demikian bahwa di berbagai kesatuan sosial dijumpai perbedaan tinggi rendah yang mengakibatkan adanya pelapisan-pelapisan sosial dalam kesatuan sosial yang bersangkutan.
Suatu lapisan sosial terdiri dari sejumlah kedudukan resmi atau tidak resmi, yang dianggap sama tinggi atau sama rendah tingkatanya. Orang yang dianggap menempati kedudukan tertentu dianggap mempunyai gengsi dan yang lebih tinggi diperlakukan sesuai dengan kedudukanya. Sehingga dalam ungkapan tersebut dan kita melihat faktanya yang terjadi di masyarakat sekitar kita, bahwa kita sangat mengedepankan orang yang berskala tinggi, bahkansampaisering kali terdapatketakutan, sepertihalnyatakutuntukberpendapat.
Pritim A. Sorokin, pernah mengatakan bahwa system berlapis-lapis itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam setiap masyarakat yang hidup teratur (dalam Soerjono, 1997) Selanjutnya Sorokin menyatakan bahwa pelapisan, sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas secara bertingkat (secara hirerarkhis).
Perbedaan wujudnya adalah adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah. Pada bagian lain Sorokin menyatakan, bahwa dasar dan inti lapisan-lapisan dalam masyarakat adalah tidak adanya keseimbangan dalam pembagian hak-hak dan kewajiban-kewajiban, dan tanggung jawab nilai-nilai sosial dan pengaruhnya di antara anggota-anggota masyarakat.
Dalam kehidupan masyarakat lapisan sosial memang tetap ada, sekalipun dalam masyarakat yang demokratis, komunis, dan kapitalis. Pada masyarakat-masyarakat yang kecil serta sederhana, biasanya perbedaan kedudukan dan peranan bersifat minim, karena warganya sedikit dan orang-orang yang dianggap tinggi kedudukanya juga tak banyak macam serta jumlahnya. Di dalam masyarakat-masyarakat yang sudah kompleks karena banyaknya orang dan aneka warnanya ukuran yang dapatditerapkan terhadapnya.
Fakta kejadian daripada pelapisan sosial di dalam masyarakat tidak sedikit, tetapi secara prinsipil bentuk-bentuk tersebut dapat diklasifikasikan kedalam tiga kelas, yaitu kelas ekonomis, politis dan yang didasarkan pada jabatan-jabatan tertentu dalam masyarakat. Umumnya, ketiga bentuk itu mempunyai hubungan yang erat satu sama lain, dimana terjadi saling pengaruh mempengaruhi, missal mereka yang termasuk kedalam suatu lapisan atas dasar politis, biasanya mereka juga merupakan orang-orang yang menduduki suatu lapisan tertentu atas dasar ekonomis.
Demikian pula mereka yang berkelimang harta, biasanya menempati jabatan-jabatan penting. Akan tetapi, tidak semua demikian keadaanya, hal itu semuanya tergantung dari pada system nilai-nilai yang berlaku serta berkembang dalam masyarakat yang bersangkutan.
Biasanya dalam kehidupan bermasyarakat, orang yang menempati kedudukan tertentu, terutama kedudukan yang tinggi, memperlihatkan lambang kedudukanya. Misalnya dengan mengunakan mobil berukuran tertentu atau merk tertentu, mengenakan pakaian dengan brand tertentu, menempati rumah berbentuk yang amat elegant, menjadi anggota yang berbau dengan gengsi, dan pada umumnya memamerkan gaya hidup tertentu
Dalam masyarakat kita saat ini sudah berkembang membaik, dimana saling menjalin pertemanan yang baik antara yang berkeuangan banyak maupun yang dikit, akan tetapi memang masih ada yang suka individualis sehingga menciptakan suatu golongan tertentu atau biasa disebut geng, jika diputarkan fakta pada zaman orang tua kita, bahkan mungkin sekarang juga pemikiran orang tua seringkali terselimuti adanya perbedaan dalam lingkup masyarakat
. Perkawinan misalnya, sering dilakukan dengan orang-orang yang pelapisan sama, dan berfikir jika perkawinan dengan seorang yang lebih tinggi akan mengakibatkan perbedaan dalam rumah tangganya dan ada pula si pelapisan rendah akan menganut dan si pelapisan tinggi akan bertindak seenaknya. Sehingga mengakibatkan hubungan tidak baik atau kurang harmonis. Mungkin kebanyakan orang tua menginginkan anaknya menikah dengan yang setara.
Dapat ditarik kesimpulan pada uraian yang di atas bahwa ukuran atau kriteria yang biasanya dipakai untuk menggolong-golongkan anggota-anggota masyarakat kedalam lapisan-lapisan sosial adalah sebagai berikut:
Ukuran Kekayaan
Ukuran kekayaan dapat dijadikan suatu ukuran, barang siapa yang memiliki kekayaan banyak, termasuk kedalam lapisan sosial teratas. Kenyataan tersebut, misalnya dapat dilihat pada bentuk rumah yang bersangkutan, berupa mobil pribadinya, cara-cara mempergunakan pakaian serta bahan pakaian yang dipakainya yang hanya di beli jika ada brand terkenal saja, kebiasaan untuk berbelanja barang-barang mahal, kebiasaan berbelanja di mall dan sebagainya.
Ukuran kekuasaan
Barang siapa yang memiliki kekuasaan atau mempunyai wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas.
Ukuran kehormatan
Ukuran kehormatan digunakan sebagai suatu ukuran perbedaan, seperti yang diterapkan pada masyarakat tradisional. Masyarakat tradisional menilai ukuran kehormatan terhadap orang yang sudah berjasa dalam lingkup daerahnya.
Ukuran Ilmu
Ukuran ilmu pengetahuan dibagai suatu ukuran dalam perbedaan sosial oleh masyarakat dikarenakan suatu kebanggan apabila orang telah memiliki gelar tertentu dan suatu kehormatan akanya. Sehinggabanyak orang yang belajar hanya untuk mendapat kegelaran saja, tidak untuk mencari ilmu, seperti yang ada pada zaman modern ini. Mayoritas pekerjaan atau lowongan pekerjaan menggunakan atau minimal lulusan S1 sehingga banyak orang yang menggalih ilmu pengetahuan hanya akan gelar yang tercantum pada bagian belakangnya.
Ukuran-ukuran tersebut tidaklah bersifat terbatas, tetapi masih adaukuran-ukuran lainya yang dapat dipergunakan. Akan tetapi ukuran-ukuran di atas yang menonjol sebagai dasar timbulnya pelapisan sosial dalam masyarakat. Jadi criteria pelapisan sosial hakikatnya tergagantung pada system nilai yang dianut oleh anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan.
Selain itu ada pendapat lain yang menyatakan adanya pelapisan sosial dalam lingkup masyarakat bukan saja karena kemampuan manusia menilai perbedaan itu dengan menerapkan berbagai macam kriterianya, adanya anggapan sesuatu yang layak untuk dihargai maka sesuatu itu menjadi cikal bakal terjadinya pelapisan sosial dalam masyarakat sesuatu yang dihargai dapat juga berupa uang atau benda-benda yang bernilai ekonomis kekuasaan ilmu pengetahuan kesolehan dalam agama atau keturunan keluarga yang terhormat
Perbedaan system lapisan-lapisan dalam lingkungan masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya, atau ada unsure kesengajaan yang disusun untuk mencapai tujuan bersama. nah system lapisan sosial yang memang sengaja disusun biasanya terfokuskan kepada pembagian kekuasaan dan wewenang yang resmi dalam organisasi formal. Supaya terciptanya masyarakat hidup dengan tertib dan teratur maka kekuasaan dan wewenang yang ada harus dibagi rata secara teratur dalam suatu organisasi, namun apabila tidak terja dipembagian yang teratur kemungkinan besar terjadi pertentangan yang dapat membahayakan kesolidaritasan masyarakat.
Ada pula pembagian sifat system pelapisan dalam masyarakat yakni tertutup dan ada yang terbuka. Tertutup tidak memungkinkan pindahnya seseorang dari suatu lapisan kelapisan yang lain, naik gerak pindahnya kelapisan atas maupun kelapisan bawah. Keanggotaan dari lapisan tertutup diperoleh melalui kelahiran contohnya pada masyarakat yang berkasta. Sedangkan pada system pelapisanya yang bersifat terbuka setiap anggota memiliki kesempatan buat berusaha dengan kecakapannya sendiri untuk naik tingkat pada lapisan atas, apabila tidak beruntung maka akan jatuh kelapisan bawah.
Karl Max berangapan bahwa “Masyarakat dan kegiatan-kegiatannya pada dasarnya merupakan alat-alat yang terorganisasi agar manusia dapat tetap hidup”.
Disana kelas merupakan kenyataan dalam masyarakat yang muncul dari system produksi, karena adanya anggota yang memiliki tanah dan alat-alat produksi, dan yang tidak mempunyai serta hanya bermodalkan tenaga untuk disumbangkan dalam proses produksi. Kriteria selanjutnya adalah tingkat kebebasan individual sebagai pemisah antara kelas-kelas yang seharusnya, tetapihanya dalam memiliki criteria kepemilikan alat produksi menjadi termasuk dalam kelas yang sama.
Dari penjelasan diatas ialah, kelas dalam hal ini digunakan dalam rangka ekonomi, dan berbeda dalam pertentangan untuk saling berebut kekuasaan. Kemudian Karl Max meramalkan akan terbentuk suatu masyarakat dimana semua kelas akan hilang secara perlahan dengan sendirinya.
Kekuatan yang mendorong kaum kapitalis adalah keinginan untuk menambah modal mereka dari adanya persaingan diantara perusahaan-perusahaan. Akibatnya monopoli ada di kaum kapitalis dan perusahaan kecil perlahan akan gulung tikar. Jurang diantara kaum yang kaya dan kaum yang miskin akan menimbulkan krisis atau kekurangan, dimana produksi melimpah dan daya beli lebih rendah atau mencondong lebih tidak ada, maka menurut Max kaum Proletarakan merebut kekuasaan dengan revolusi dan disusul oleh masyarakat tanpa kasta atau kelas.
Istilah kelas terkadang tidak selamanya mempunyai arti yang sama, ada kalanya yang dimaksud dengan kelas ialah semua orang dan keluarga yang sadarakan kedudukannya di dalam suatu lapisan, sedangkan kedudukan mereka itu diketahui serta dikenal oleh khalayak umum dan diakui oleh mereka. Pandangan lain terhadap kelas-kelas ada yang menggunakan penilaian fungsional dan historis. Terbentuknya kelas-kelas.
Menurut aliran fungsional diperlukan untuk menyelesaikan masyarakat dengan keperluan yang nyata dan gejalanya dimengerti apabila diketahui riwayat terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan dalam ilustrasi historis, masyarakat terbagi dalam dua lapisan utama meliputi, struktur dasar yaitu lapisan terbawah sebagai penyebab dan supra strukturya itu lapisan diatas yang kebanyakan berperan sebagai dampak yang ditentukan.
Struktur dasar terdiri atas kelompok mapan yang memainkan peranan utama misalnya feodalisme dan yang lainnya menjadi suprastruktur. Memang yang lainnya selalu menyesuaikan diri dengan tindakan misalnya struktur dasar yang terkait dengan prinsip-prinsip borguis, maka lapisan suprastruktur pun akan mengalami dampak daripada perubahan. Dan ini landasannya adalah “kepemilikan” yang terdiri dari dua jenis, yakni tunggal (monopoli dan kepemilikan umum sosial) atau lahirnya prinsip-prinsip sosialisme dan kapitalisme.
KesamaanDerajat
Kesamaan derajat merupakan suatu impian dalam kemasyarakatan. Dalam faktanya menghadapi struktur masyarakat yang menyangkut perubahan kedudukan golongan-golongan sosial, berperan dan berkuasa dalam menentukan arah perkembangan suatu perubahan seperti yang dirasakan sekarang ini. Menurut pendapat umum yang telah bersimpati dengan “demokrasi” didalam berbagai macam bentuk dan penerapnya terutama dari segi persamaann, derajat dan kesamaan kepribadian manusia.
Pada pihak lain kita pun seringkali melihat kontadiksi semacam itu pada zaman millennial saat ini. Sehingga muncul suatu kecurigaan terhadap para pencetus kebijaksanaan dengan berterang-terangan atau sembunyi dalam melakukan niat yang buruk ataupun sesuatu yang keji, yang secara keseluruhan berdasarkan atas asas perbudakan, serta kepentingan individu dan keuntungan diri sendiri.
Pihak umum juga telah bersimpati meningkatkan martabat manusia melalui institusi sosial serta kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi kontradaksi pun timbul, contohnya negara tidak pernah menjamin kondisi yang dibutuhkan oleh masyarakatnya, baik individu maupun keluarga sendiri, sesuai dengan tujuan semula institusi semacam itu. Kesejahteraan ekonomi, produksi barang, sering kali hanya untuk tujuan kekayaan saja.
Kesetaraan adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada pada manusia tetap memiliki kedudukan yang sama dan satu tingkatan yang sama, termasuk perlakuan yang sama dalam hal apapun tanpa memandang gender atau jenis kelamin, keturunan, kekayaan, sukubangsa, dan lainnya.
Fakta ini menimbulkan gerakan-gerakan mapun pandangan yang dimana mereka menawarkanakan pentingnya perlindungan hak-hak asasi manusia, dan terhadap kemerdekaan dasar individu-individu dalam masyarakat barat, maupun timur. Menawarkan pandangan dengan target yang sama akan tetapi dengan cara yang berbeda-beda.
Di barat cara perhatian kepada individu-individu tersebut timbul dari pandangan yang antroposentris, di dalam masyarakt timur (dalam Islam) pandanganya bersifat teosentris. Tuhan adalah Yang Maha Tinggi, dan manusia diciptakan hanya untuk mengabdi kepadanya.
Adapun nilai utama dari kebudayaan Barat dengan pandangan antroposentris dimana antoposentis adalah paham bahwa manusia adalah spesies paling pusat dan penting daripada spesies (hewan) atau penilaian kenyataan melalui sudut pandang manusia yang eksklusif, adapun pembagian dalam pandangan antroposentris yang digunakan di kebudayaan barat yaitu demokrasi, institusisosial, dan kesejahteraan ekonomi, berpokok pangkal pada penghargaan mutlak terhadapmanusia.
Demokrasi didasarkan pada filsafat manusia sebagai sumber nilai kepercayaan, bahwa rakyat jelata sanggup memutuskan dan memilih untuk kepentingan umum. “kenyataan akan nilai dan keagungan individu (dengan segala kemampuan dan keterbatasanya) merupakan dasar yang paling dalam dan pusat dari demokrasi.
Deklarasi kemerdekaan Amerika (1776) menyatakan bahwa “semua manusia diciptakan sama, dilengkapi pencipta dengan hak-hak yang tidak dapat digugat, antara lain hidup , kebebebasan, dan usaha untuk mencapai suatu kebahagiaan.
Sebagaiman pula dalam Deklarasi Universal tentang Hak-Hak Asasi Manusia PBB tahun 1948, “nilai martabat yang ada dalam diri manusia dan hak-hak yang sama dan tidak tergugat dari seluruh anggota keluarga manusia adalah dasar untuk kebebasan, keadilan, dan perdamaian di dunia” di berbagai negara terdapat banyak lembaga sosial yang bertujuan untuk mengadakanakan kesejahteraan dan perkembangan warganya begitu banyak, bantuan sosial, rumah sakit, pusat rekreasi, perpustakaan umum, sekolah, rumah-rumah khusus bagi orang yang cacat, orang tua, yatim piatu dan lain sebagainya. Bidang ini banyak yang di tekuni oleh pihak swasta, yayasan-yayasan yang berdasarkan motif keagamaan maupun kemanusiaan.
Mari kita bahas akan perspektif Timur dimana bersifat “teosentris” dimana teosentris ini merupakan sebuah pemikiran dimana semua proses dalam kehidupan di muka bumi ini akan kembali kepada tuhan. Yang ditekankan di dalam Al-quran adalah menjamin transformasi dari kualitas kesadaran manusia.
Manusia tugasnya di bumi sebagai makhluk Allah Swt adalah hidup dan bekerja dunia ini dengan kesadaran penuh bahwa mereka harus menunjukkan kepatuhan kepada kehendak Allah Swt serta mengabdi kepadanya, sebagaimana yang telah di ucap setiap seorang muslim pada saat pertama kali masuk Islam yaitu “Tidak ada Tuhan selain Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw adalah utusan Allah Swt”.
Kedudukan manusia sama dalam seluruh hal dan yang paling mulia kedudukan di mata Tuhan adalah keimanan dan ketakwaannya. Jika direnungkan, kesetaraan yang sama biasanya muncul dari pihak-pihak yang kurang beruntung atau kaum bawah untuk mensamakan derajatnya dengan kaum atas.
Menurut buku Ajar Ilmu Sosial dan Dasar oleh Armen menjelaskan bahwa indicator kesetaraan adalah sebagai berikut :
Adanya persamaan derajat dilihat dari agama, suku bangsa, ras, gender dan golongan.
Adanya persamaan hak dari segi pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan yang layak.
Adanya persamaan kewajiban sebagai hambaTuhan, individu, dan anggota masyarakat.
Sebagaimana mestinya yang tercantum pada undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia menyatakan bahwa setiap diskriminasi adalah setiap pembatasan pelecehan, yang langsung ataupun tidak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, entik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, dan keyakinan politik, yang berakibat pada pengurangan, penyimpangan, atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan, atau penggunaan hak asasi manusia, dan kebebasan dalam kehidupan, baik individu maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial budaya, dan aspek kehidupan lainnya.
Nampak dalam kelompok tradisionl seperti margat atau suku, tetapi menekankan kepribadian secara perseorangan atau kolektid berdasarkan kepada Tuhan yang merupakan norma pokok dan mutlak. Ketegasan metafisiklah yang memungkinkan kemerdekaan dalam negara di dunia ini. Mengatakan Allahu Akbar berarti menutup pintu dari berbagai macam permasalahan perbudakan. Ini merupakan makna proklamasi bahwa manusia itu merdeka.
Hak-hak manusia tau keluhuranya hanya merupakan akibat yang tidak langsung. Kualitas manusia yang paling tinggi adalah kemerdekaan dalam persamaan. Kelas, kedudukan, dan kasta tidak mendapat tempat dalam struktur sosial, sebab manusia itu terhormat, manusia itu mulia, pertama dalam kedudukanya sebagai makhluk hidup yang percaya kepadaTuhan.
Sebagaimana yang tertera pada surat Al-Hujurat ayat 13 “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha teliti.”
Mengakui perbadaan kekayaan serta semua yang menyangkut atas nama perbedaan pada pokoknya semua itu ialah hanya titipan dari Allah Swt, manusia hanya memiliki hak pakai dan tidak pantas untuk menyombongkan apa yang telah dititipkan padanya sehingga mengakibatkan seseorang yang lain merendah sehingga berdampak negative akan sebuah perbedaan tersebut. Batasan yuridis mengenai keluarga adalah harus diperoleh dengan jujur, dan zakat (sedekah wajib) membantu redistribusi kekayaan. Sebagaimana dengan cara menolong masyarakat yang tidak mampu ialah kewajiban bagi sesame manusia sehingga akan mengurangi perbedaan material atau pelapisan-pelapisan sosial secara praktek.
Manusia adalah makhluk terhormat akan pertanggung jawabanya.
Pandangan antroposentris dan teosentris dalam penerapan usaha persemaan derajat adalah cita-cita tentang kesamaan derajat atau persaman sosial dalam suatu negara, yang menawarkan untuk mengatasi permasalahan ketimbang sosial dalam taruna masyarakar.
Bagaimana pun kerasnya usaha dari gerakan persamaan sosial dari kedua pandangan tersebut, pada umumnya sulit menghindari diri dari kenyataan. Mereka tang ingin mempertahankan ketimpangan sosial melakukan berbagai macam cara untuk mempertahankanya seperti teori yang menyatakan bahwa pembagian kelas dalam masyarakat merupakan syarat mutlak dalam organisasi sosial.
Kemudian Adapun teori yang menyatakan tak dapat dihindarkanya dominasi kaum elite, teori lain juga berpendapat bahwa bertahan kaum elite beruntung kepada penggunaan manipulasi dan kekerasan.
Mari kita mengulas secara lengkap tentang elite dan masyarakat. Berikut ulasanya, menurut T.B Botto more dalam bukunya yang berjudul Elites and Society. Istilah “elite” pertama kali digunakan dalam abad ke 17 untuk menyebut barang-barang dagangan yang mempunyai keutamaan khusus”. Nah dari istilah tersebut digunakan untuk orang-orang maupun kelompok sosial tinggi.
Definisi elite sendiri merupakan titik tolak akan ketidak samaaan individual dalam setiap lapisan kehidupan sosial. Kaum elite merupakan lapisan yang lebih tinggi dari suatu masyarakat. Kelompok elite secara nominal terdiri dari kelompok-kelompok tertentu.
Dalam zaman modern ini , kelimpok elite tidak selalu berada di lapisan atas, ada pembagian tertentu, maupun bisa dibilang secara bertahap (ada tahap tertentu). Seperti kelas menengah baru yang terdiri atas manajer, ilmuwan, pegawai, negri, kaum terpelajar dan lain sebagainya. Munculnya elite baru ini disebabkan oleh timbul kekuatan-kekuatan sosial yang membela kepentingan-kepentingan baru misalnya kepentingan ilmu pengetahuan, ekonomis dan teknologis dalam masyarakat.
Dalam dunia modern ini kelompok elite ada dua criteria dalam menentukan kedudukan seseorang dalam masyarakat:
Prinsip kebangsawanan yang ditentukan oleh hubungan darah seseorang dengan pemegang pemerintahan
Prinsip kebangsawanan yang ditentukan oleh posisi seseorang didalam hirearki birokrasi.
Dimana seseorang yang memilik criteria dari kedua tersebut maka dinggap masuk kedalam golongan elite. Dan yang di luar tema dari criteria tersebut bisa disebut sebagai rakyat. Dari seorang raja ataupun pemimpin kekuasaan mengalir kebawah melalui hirearki pejabat birokrasi yang disebut abdi dalem. Nah para abdi dalem ini diberi hak atas tanah dan penarikan pajak terhadap rakyat. Sampai pada suatu abad dimana terjadi pada abad ke XIX sampai awal abad XX pola-pola tersebut berlangsung ketat, dan oleh pemerintah penjajah belanda di manfaatnya untuk menggalih keuangan maupun kekayaan yang terdapat di Negeri Indonesia ini.
BAB II
UNSUR-UNSUR KERAGAMAN BAGI MASYARAKAT INDONESIA
Suku Bangsa dan Ras
Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke sangat beragam, Adapun perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokkan besar manusia yang memiliki cirri biologis lahiriah yang sama seperti rambut, warna kulit, dan ukuran-ukuran tubuh, mata, dan ukuran kepala.
Di Indonesia, terutama bagian barat mulai dari Sulawesi adalah termasuk ras Mongoloid Melayu Muda (Deutero Malayan Mongoliod), Kecuali Batak dan Toraja yang termasuk Mongoloid Melayu Tua (Proto Malayan Mongoloid. Sebelah timur Indonesia termasuk ras Austroloid, termasuk bagian NTT. Adapun kelompok terbesar yang tidak termasuk kelompok pribumi adalah golongan China yang termasuk Astratic Mongoloid.
Agama dan Keyakinan
Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan ghaib yang tak dapat ditangkap dengan panca indra, namun mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari (Harun Nasution, hlm.10).
Agama sebagai bentuk keyakinan memang sulit di ukur secara tepat dan perinci. Hal ini pula yang barang kali menyulitkan para ahli untuk memberikan definisi yang tepat tentang agama. Namun apapun bentuk kepercayaan yang dianggap sebagai agama, tampaknya memang memiliki cirri umum yang hampir sama, baik dalam agama primitive maupun agama monoeisme. Menurut Robert H. Thouless, fakta menunjukkan bahwa agama berpusat pada tuhan atau dewa-dewa sebagai ukuran yang menentukan yang tak boleh diabaikan (psikologi agama: 14).
Masalah agama tak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Dalam praktik nya fungsi agama dalam masyarakat antara lain:
Berfungsi edukatif: ajaran agama secara yuridis berfungsi menyuruh dan melarang.
Berfungsi penyelamat.
Berfungsi sebagai perdamaian.
Berfungsi sebagai Social Control.
Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas.
Berfungsi transformatif.
Berfungsi kreatif.
Berfungsi sublimatif.
Pada dasarnya agama dan keyakinan merupakan unsure penting dalam keragaman bangsa Indonesai. Hal ini terlihat dari banyaknya agama yang diakui di Indonesia.
Ideologi dan Politik
Ideologi ialah suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental. Ideologi membantu untuk lebih memperkuat landasan moral bagi sebuah tindakan. Politik mencakup baik konflik antara individu-individu dan kelompok untuk memperoleh kekuasaan, yang digunakan oleh pemenang bagi keuntungannya sendiri ataskerugian dari yang ditaklukkan. Politik juga bermakna usaha untuk menegakkan ketertiban sosial.
Keragaman masyarakat Indonesia dalam ideologi dan politik dapat dilihat dari banyaknya partai politik sejak berakhirnya Orde Lama. Meskipun pada dasarnya Indonesia hanya mengakui satu Ideologi, yaitu Pancasila yang benar-benar mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia.
Tata Krama
Tata krama yang diangapdaribahasaJawa yang berarti “adatsopansantun, basa-basi” pada dasarnya ialah segala tindakan, perilaku, adat istiadat, tegursapa, ucap, dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu.
Tata krama dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat, tata krama terdiri atas aturan-aturan yang kalau dipatuhi diharapkan akan tercipta interaksi sosial yang tertib dan efektif di dalam masyarakatbersangkutan. Indonesia memiliki beragam suku bangsa dimana setiap suku bangsa memiliki adat tersendiri meskipun karena adanya sosialisasi nilai-nilai dan norma secara turun-temurun dan berkesinambungan dari generasi kegenerasi menyebabkan suatu masrakat yang ada dalam suatu suku bangsa yang sama sakan memiliki adat dan kesopanan yang relative sama.
KesenjanganEkonomi
Bagi sebagian negara berkembang, perekonomian akan menjadi salah satu perhatian yang terus diingatkan, Namun umumnya, masyarakat kita berada di golongan tingkat ekonomi menengah kebawah. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya kesenjangan yang tak dapat dihindari lagi.
Kesenjangan Sosial
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat, pangkat, dan strata sosial yang hierarkis. Hlaini, dapat terlihat dan dirasakan dengan jelas dengan adanya penggolongan orang berdasarkan kasta.
Hal inilah yang di dapat menimbulkan kesenjangan sosial yang tidak saja dapat menyakitkan, namun juga membahayakan bagi kerukunan masyarakat. Tak hanya itu bahkan bisa menjadi sebuah pemicu perang antar etnis-etnis atau suku.
SukuBangsa dan Ras
Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke sangat befragam. Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokkan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut, warna kulit, ukuran tubuh, mata, ukuran kepala, dan lain sebagainya.
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Oleh karena itu, tiap suku bangsa mempunyai kebudayaan sendiri, maka di Indonesia juga terdapat sejumlah system budaya yang dipergunakan oleh masing-masing suku bangsa.
Agama dan keyakinan
Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan ghaib yang tak dapat ditangkap dengan panca indra. Dalam praktiknya, fungsi agama dalam masyarakat antara lain adalah:
Berfungsi edukatif : ajaran agama secara hokum berfungsi menyuruh dan melarang.
Berfungsi penyelamat.
Berfungsi sebagai perdamaian
Berfungsi sebagaisosial control
Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas
Berfungsi transformatif
Berfungsi sublimatif
Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, agama merupakan unsur yang sangat penting. Hal itu merupakan bukti adanya keragaman dalam hal agama atau kepercayan. Adapun terhadap perilakunya, manusia tidak dipandang sederajat tetapi ada yang mulia dan ada yang hina, bergantung kepada kadar ketakwaanya terhadap Allah swt.
Ideologi dan Politik
Ideologi merupakan suatu istilah bagi sebuah gagasan yang memperngaruh terhadap tingkah laku dalam situasi tertentu karena merupakan kaitan antara tindakan dan kepercayaan yang fundamental. Sedangkan politik adalah usaha dalam menegakkan ketertiban sosial. Fungsi ideology adalah untuk memperkuat landasan moral dalam suatu tindakan adanya banyak partai di Indonsesia merupakan bukti keragaman dalam hal ideologi dan politik. Meskipun pada kenyataanya Indonesia hanya mengakui pancasila sebagai satu-satunya ideologi negara Republik Indonesia.
Tatak rama (Sopan santun/ Basa basi)
Segala tindakan, perilaku, adat istiadat, tegur sapa, ucapan, dan sesuai kaidah atau norma tertentu, terbentuk dari kebiasaan kebiasaan dalam masyarakat yang fungsinya mengikat masyarakat tersebut. Sedangkan kesopanan berasal dari masyarakat itu sendiri yang dapat menilai baik dan buruknya sikap dan tingkah laku manusia.
Kesenjangan ekonomi dan sosial
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat dan pangkat, strata sosial. Tambahan jumlah penduduk yang cepat dan belum meratanya pembangunan dan hasil-hasil mengakibatkan makin bertambahnya pengangguran dikalangan pemuda serta terjadinya kesenjangan ekonomi. Perbedaan kondisi ekonomi pada kehidupan masyarakat dapat memicu terjadinya kesenjangan sosial dapat terjadi karena adanya lapisan sosial.
Proses terjadinya lapisan sosial ada 2, yaitu:
1. Lapisan sosial yang terjadi dengan sendirinya
2. Lapisan sosial yang terjadi dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama.
BAB III
PENGARUH KERAGAMAN TERHADAP BANGSA
Pengaruh keragaman terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kehidupan global yang dimiliki oleh masyarakat majemuk adalah sebagai berikut :
a) Terjadinya segmentasi kedalam kelompok-kelompok yang seringkali memiliki kebudayaan yang berbeda.
b) Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi kedalam lembaga-lembaga yang bersifat non komplemeter.
c) Kurang mengembangkan konsesus diantara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar.
d) Secara relatif sering kali terjadi konflik diantara kelompok yang satu dengan yang lainnya.
e) Secara relatif intergrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan didalam bidang ekonomi.
f) Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok terhadap kelompok yang lain.
BAB IV
PROBLEMATIKA DISKRIMINASI
Jika dibandingkan dengan prasangka, diskriminasi mempunyai arti suatu pola perilaku yang mengarah pada perlakuan yang tidak adil atau suatu perilaku yang tidak menyenangkan terhadap kelompok lain, Sedangkan prasangka itu merupakan suatu sikap. Diskriminasi yang terjadi terhadap suatu kelompok atau pihak yang lain pasti merugikan pihak sudah dikenai diskriminasi tersebut.
Diskriminasi dapat terjadi pada suatu bidang antara lain :
Pekerjaan, yang berarti anggota kelompok tertentu yang tidak diterima untuk mendapatkan pekerjaan.
Politik, yang berarti anggota kelompok tertentu tidak mendapat hak tertentu di pemerintahan (misalnya memilih)
Di tempat umum, yang berarti anggota kelompok tertentu tidak mendapat kesempatan untuk menikmati tempat tententu (misalnya tempat hiburan)
Perumahan, yang artinya anggota kelompok tertentu tidak mendapatkan kesempatan menikmati perumahan yang ada (misalnya fasilitas perumahan flat)
Dengan banyaknya suatu usaha-usaha supaya diskriminasi yang dijalankan dapat berlangsung demi tujuan yang diinginkan tercapai. Namun perlu kita sadari bahwa diskriminasi tersebut sangat merugikan bagi pembangunan nasional.
Prasangka yang demikian intens dan etnosentris yang fanatic akan menjurus kepada tindakan-tindakan yang bersifat otoriter terhadap kelompok yang diprasangkai atau bisa juga berdampak pada kelompok etnis lainnya, sikap otoriter ini membuktikan perkembangan sikap prasangka dan etnosentris ini membuktikan perkembangan sikap prasangka dan etnosentris yang semakin meningkat dalam arti intensitasnya.
Sikap prasangka dan etnosentris ini akan mengarah kepada sikap diskriminasi akan tetapi tergantung kepada dukungan yang diberikan oleh kebudayaan suatu kelompok etnis terhadap sikap otoriter dalam mengembangkan kekuatan dan kekuasaannya. Jika dukungan yang diberikan itu kuat maka akan menambah kemungkinan-kemungkinan suatu kelompok etnis lain. Dukungan perkembangan kebudayaanya yang kuat terhadap sikap otoriter ini akan menjadikan sikap otoriter tersebut menjadi ekstrem.
Pola interaksi dan komunikasi otoriter dalam perkembangan selanjutnya akan berusaha memaksakan pola kebudayaanya terhadap orang lain dan selanjutnya menyisihkan dan tidak memberikan kesempatan perkembangan bagi kelompoklaon. Hal ini sejalan dengan konsepsi diskriminasi yang oleh gerungan dikatakan sebagai tindakan negatif yang bercorak menghambat-hambat merugikan perkembangannya, bahkan mengancam kehidupan pribadi orang-orang oleh karena itu kebetulan termasuk golongan yang diprasangkai.
Diskriminasi ini timbul karena pandangan-pandangan stereotip yang selanjutnya digunakan untuk memperoleh keuntungan-keuntungan tertentu yang umumnya berorientasi politik dan ekonomi. Dengan adanya sikap-sikap menghambat, mematikan dan mencemoohkan suatu kelompok lain akan berdampak rasa anti pati dan permusahan antar kelompok yang merupakan menifestasi konflik.
Ketiga pola sikap negatef ini, prasangka ,etnosentris dan diskriminasi pada mulanya merupakan suatu langkah integrasi dalam suatu kelompok apabila dihubungkan dengan eksintensi kelompok lain tentu saja merugikan. Kekuatan masing-masing kelompok untuk menumbuhkan bahkan memelihara ketiga sikap itu yang menimbulkan keinginan untuk menguasai kelompok lain paling tidak dalam bidang-bidang kehidupan tertentu “Keinginan eksploatasi yang berhadapan dengan kekuatan untuk mempertahankan kelompok ini menimbulkan konflik yang mengakibatkan ketegangan dalam masyarakat. Terjadinya perang saudara di berbagai negara merupakan manifestasi dari konflik yang dilatar belakangi oleh kekuatan ingin menguasai, berkeinginan dan usaha untuk mempertahankan diri.
Mantap lanjutkan 🔥
BalasHapusAlhamdulillah... Bagus
BalasHapusMantap sekali��
BalasHapusBermanfaat
BalasHapusMantap kali
BalasHapusAsyiiaaapp
BalasHapusAlhamdulillah menambah pengetahuan, semoga ilmunya terus bermanfaat
BalasHapusalhamdulillah semoga bermanfaat
BalasHapusmantap sekalii, bisa dibaca dengan santuy santuy
BalasHapusalhamdulillah ada tamahan ilmu
BalasHapusinformasinya sangat lengkap, bagus
BalasHapusDetail bangett :)) menambah wawasan bangett nihhh
BalasHapusSemoga bermanfaat bagi umat manusia
BalasHapusSangat bermanfaat dan sangat membantu
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMantap betul. Lanjutkan.
BalasHapuskeren sih mantap kaliii
BalasHapusAlhamdulillah menambah wawasan
BalasHapusBagus sahabat, semangat terus ya sahabattt😘🌈
BalasHapusmantap bgt
BalasHapusNice🌈🤩
BalasHapusPenjabarannya sangat terperinci dan mudah dipahami
BalasHapusSangat mudah dipahami, semangat berkaryanya
BalasHapusAlhamdulillah sangat bermanfaat
BalasHapusterimakasih artikel nya sangat membantu dan bisa jadi referensi, mantaapp kak likongg!!
BalasHapusalhamdulillah terimakasih. materinya bermanfaat ⚡
BalasHapusMantappp mbakk
BalasHapusAlhamdulillah terima kasih sangat bermanfaat
BalasHapusArtikel anda sangat baik isinya, semoga bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah artikelnya sangat membantu🙏
BalasHapusTerlebih pembahasan yang satu ini, wih.. mantab kali 🤩
BalasHapusAlhamdulillah membantu
BalasHapusAlhamdulillah, terimakasih banyak kak atas ilmu nya, semoga allah memberikan kita kemudahan dalam menuntut ilmu...
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusAlhamdulilah sangat bermanfaat
BalasHapusBagus semoga bermanfaat
BalasHapus